<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0"
    xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
    xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
    xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/"
    xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
    xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
    xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
    xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
    xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
    xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
    xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
    xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
    <channel>
    <atom:link href="https://siloamschool.sch.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<title>PGN NEWS | Media Dakwah dan Edukasi</title>
    <link>https://siloamschool.sch.id/feed</link>
    <description>Kanal resmi dakwah dan edukasi Islam komunitas PGN-KB. Menguatkan guru ngaji, tokoh umat, dan semangat Bandung Bedas dari kampung ke kampung.</description>
    <dc:language>en-en</dc:language>
    <dc:creator>rektor@siloamschool.sch.id</dc:creator>
    <dc:rights>Copyright 2026</dc:rights>
    <admin:generatorAgent rdf:resource="https://sdn-cisaat.siloam.sch.id/" />
            <item>
            <title>Menguatkan Guru Ngaji Mekarmanik Lewat Silaturahmi | PGN Cimenyan</title>
            <link>https://siloamschool.sch.id/read/13/menguatkan-guru-ngaji-mekarmanik-lewat-silaturahmi-pgn-cimenyan</link>
            <guid>https://siloamschool.sch.id/read/13/menguatkan-guru-ngaji-mekarmanik-lewat-silaturahmi-pgn-cimenyan</guid>
            <description><![CDATA[ "Barangsiapa mengajarkan satu huruf, maka ia menjadi gurumu." &mdash; Sebuah pepatah yang mencerminkan betapa mulianya peran para guru, termasuk guru ngaji yang dengan setia membimbing generasi muda dalam&#8230; ]]></description>
            <pubDate>Sun, 03 Aug 2025 11:32:20 +0000</pubDate>
            <category></category>
            <content:encoded><![CDATA[ 
"Barangsiapa mengajarkan satu huruf, maka ia menjadi gurumu." &mdash; Sebuah pepatah yang mencerminkan betapa mulianya peran para guru, termasuk guru ngaji yang dengan setia membimbing generasi muda dalam iman dan akhlak.

Desa Mekarmanik, Cimenyan &mdash; Suasana hangat dan penuh kekeluargaan tampak terasa pada Sabtu pagi, 3 Agustus 2025. Para guru ngaji, koordinator desa (kordes), dan koordinator kecamatan (korcam) berkumpul dalam acara silaturahmi dan koordinasi yang digelar di Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan. Acara ini diselenggarakan oleh Korcam PGN Cimenyan, dipimpin langsung oleh Bapak Daso Abdul Nasir.

Menguatkan Tali Ukhuwah dan Komitmen Pelayanan
Pertemuan ini bukan sekadar ajang temu kangen. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi, membahas program unggulan, serta memperkuat peran para guru ngaji sebagai ujung tombak pendidikan karakter dan spiritual di masyarakat.
Dalam sambutannya, Ketua PGN Kabupaten Bandung, H. Uya Mulyana, menekankan pentingnya keberpihakan terhadap kesejahteraan guru ngaji. Ia memaparkan delapan program utama yang tengah diupayakan demi mendukung keberlanjutan dan martabat profesi mulia ini.

8 Program Unggulan untuk Guru Ngaji
Beberapa program prioritas yang disosialisasikan dalam kegiatan ini antara lain:


Penguatan UMKM berbasis komunitas guru ngaji


Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu)


Akses BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan


Santunan bagi anak yatim dan piatu


Solusi ijazah siswa yang tertahan di sekolah


Bantuan untuk guru ngaji yang terkena musibah


Program pembinaan dan pelatihan guru ngaji


Pendampingan PTSL (sertifikasi tanah)



Kutipan Narasumber: Menyemangati dan Menyatukan Misi

"Guru ngaji bukan hanya pengajar, tapi juga pembentuk karakter. Melalui pembinaan dan program-program kesejahteraan ini, kami berharap kualitas mengajar akan meningkat dan para santri tumbuh menjadi anak-anak yang saleh dan saleha," ujar Komarudin, Humas Guru Ngaji Kabupaten Bandung.


Doa dan Harapan Bersama
Acara yang berlangsung hingga siang hari ini berjalan dengan lancar dan penuh semangat. Silaturahmi yang terjalin menjadi modal penting untuk membangun komunikasi yang lebih erat antar guru ngaji dan pemangku kepentingan di tingkat desa hingga kecamatan.

"Semoga semua guru ngaji yang hadir dan seluruh keluarga besar PGN senantiasa diberkahi oleh Allah SWT, dan terus istiqomah dalam mendidik generasi beriman dan berakhlak mulia."
 ]]></content:encoded>
        </item>
            <item>
            <title>Yopi Kurniawan dan Komarudin: Pilar Lapangan dalam Dakwah Qurani PGN&#45;KB</title>
            <link>https://siloamschool.sch.id/read/12/yopi-kurniawan-dan-komarudin-pilar-lapangan-dalam-dakwah-qurani-pgn-kb</link>
            <guid>https://siloamschool.sch.id/read/12/yopi-kurniawan-dan-komarudin-pilar-lapangan-dalam-dakwah-qurani-pgn-kb</guid>
            <description><![CDATA[ &ldquo;Barang siapa memudahkan urusan orang lain, Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat.&rdquo;&nbsp;&mdash; HR. Muslim Kabupaten Bandung &mdash; Di balik kokohnya struktur Persatuan Guru&#8230; ]]></description>
            <pubDate>Sat, 02 Aug 2025 21:55:07 +0000</pubDate>
            <category></category>
            <content:encoded><![CDATA[ 
&ldquo;Barang siapa memudahkan urusan orang lain, Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat.&rdquo;&nbsp;&mdash; HR. Muslim

Kabupaten Bandung &mdash; Di balik kokohnya struktur Persatuan Guru Ngaji Kabupaten Bandung (PGN-KB), ada sosok-sosok yang bekerja sunyi namun berdampak besar di lapangan. Dua di antaranya adalah Yopi Kurniawan dan Komarudin &mdash; figur yang tidak hanya mengisi jabatan, tetapi menjalankan peran dakwah dengan sepenuh hati, menyatukan langkah para guru ngaji dari kampung ke kota.

Yopi Kurniawan: Mengawal Program, Menjaga Kesehatan Umat
Sebagai Wakil Ketua II PGN-KB, sekaligus Koordinator Bidang Kesehatan, Yopi Kurniawan dikenal sebagai tokoh yang disiplin dan solutif. Ia tak hanya piawai dalam manajemen organisasi, tetapi juga aktif merancang program-program peningkatan kesejahteraan guru ngaji, khususnya dalam hal layanan kesehatan dasar berbasis komunitas.

&ldquo;PGN ini rumah kita bersama. Kalau guru ngajinya sehat, maka dakwah akan terus menyala,&rdquo; ujarnya dalam salah satu agenda koordinasi wilayah Ciparay.

Dalam banyak kesempatan, Yopi turun langsung ke pelosok kampung untuk memastikan guru-guru ngaji mendapatkan perhatian yang layak&mdash;baik dari sisi medis, psikologis, maupun perlindungan sosial. Ia percaya, menjaga para pengajar Qur&rsquo;an berarti menjaga keberlangsungan cahaya ilmu di bumi Sunda ini.

Komarudin: Merawat Narasi, Menyuarakan Dakwah
Di balik kuatnya komunikasi publik dan citra profesional PGN-KB, ada peran Komarudin sebagai Koordinator Humas dan Media Informasi. Bagi Komarudin, tugas humas bukan sekadar membuat siaran pers, tapi tentang merawat narasi dakwah agar tetap hangat, menyentuh, dan relevan dengan zaman.

&ldquo;Kita bukan sekadar organisasi. Kita adalah gerakan ruhiyah yang hidup di tengah masyarakat,&rdquo; kata Komarudin saat mengisi pelatihan jurnalistik dakwah PGN.

Komarudin aktif mengawal dokumentasi kegiatan, membina media sosial PGN-KB, dan menghubungkan berbagai rayon dakwah melalui kanal informasi yang akurat dan inspiratif. Di balik layar, ia juga merajut hubungan media dengan masyarakat dan pemerintah.

Membangun Gerakan yang Bernyawa
PGN Kabupaten Bandung bukan hanya struktur, melainkan gerakan yang hidup&mdash;dibangun dari nilai ukhuwah, keterbukaan, dan pengabdian. Dengan pimpinan sentral seperti H. Uya Mulyana sebagai Ketua Umum, dan dukungan Dewan Pembina seperti Dr. H. M. Dadang Supriatna, PGN-KB terus bergerak menuju dakwah yang profesional dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Struktur ini dilandasi semangat kolektif: dari Wakil Ketua hingga koordinator bidang, semua bergerak sebagai tim yang saling melengkapi. Tak ada yang lebih tinggi, tak ada yang sendiri. Termasuk Yopi dan Komarudin&mdash;keduanya adalah contoh nyata bagaimana amanah dijalankan dengan keikhlasan dan strategi.

Komitmen Bersama: Dakwah yang Menyatu dengan Masyarakat
PGN-KB menaruh harapan besar kepada para pengurus dan koordinator untuk tetap menjadi jembatan kasih, ilmu, dan nilai-nilai Qurani. Dengan kerja tim, transparansi, dan komunikasi yang solid, cita-cita menjadikan Kabupaten Bandung sebagai pionir gerakan Sekolah Mengaji berbasis komunitas bukanlah impian semata.

Mari dukung para pejuang ngaji di lapangan. Karena mereka bukan hanya guru, tapi penjaga peradaban.
 ]]></content:encoded>
        </item>
            <item>
            <title>Silaturahmi Hangat PGN&#45;KB Ciparay: Sinergi Demi Sekolah Mengaji</title>
            <link>https://siloamschool.sch.id/read/11/silaturahmi-hangat-pgn-kb-ciparay-sinergi-demi-sekolah-mengaji</link>
            <guid>https://siloamschool.sch.id/read/11/silaturahmi-hangat-pgn-kb-ciparay-sinergi-demi-sekolah-mengaji</guid>
            <description><![CDATA[ &ldquo;Kerja dakwah itu akan terasa lebih ringan kalau dikerjakan bersama.&rdquo;&mdash; DR. H. Anan Baihaqi Ciparay, Kabupaten Bandung &mdash; Dalam suasana hangat dan penuh semangat persaudaraan, jajaran&#8230; ]]></description>
            <pubDate>Sat, 02 Aug 2025 21:30:11 +0000</pubDate>
            <category></category>
            <content:encoded><![CDATA[ 
&ldquo;Kerja dakwah itu akan terasa lebih ringan kalau dikerjakan bersama.&rdquo;&mdash; DR. H. Anan Baihaqi

Ciparay, Kabupaten Bandung &mdash; Dalam suasana hangat dan penuh semangat persaudaraan, jajaran pengurus Persatuan Guru Ngaji Kabupaten Bandung (PGN-KB) Dapil IV dan Kecamatan Ciparay berkumpul dalam agenda Silaturahmi dan Koordinasi. Acara ini berlangsung Sabtu pagi, 2 Agustus 2025, pukul 10.00 WIB, bertempat di kediaman DR. H. Anan Baihaqi, pengawas PGN Subrayon 08, yang berlokasi di Kampung Leles, Desa Mekarsari, Kecamatan Ciparay.
Menguatkan Sinergi di Tingkat Akar Rumput
Turut hadir dalam pertemuan ini Yoppi Kurniawan (Koordinator Dapil IV), Yendang Rustandi (Koordinator Kecamatan Ciparay), serta sejumlah penggerak PGN dari berbagai wilayah. Meski memiliki jadwal padat, DR. H. Anan Baihaqi menyambut rombongan dengan tangan terbuka dan penuh kehangatan.
Beliau menegaskan pentingnya sinergi antara PGN dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung dalam menyukseskan program Sekolah Mengaji. Sebuah inisiatif pendidikan keagamaan yang tidak hanya fokus pada literasi Qur&rsquo;ani, tetapi juga pembentukan karakter generasi muda yang berakhlak mulia dan berdaya saing.

&ldquo;Program ini bukan sekadar belajar membaca Al-Qur&rsquo;an. Ini tentang membentuk generasi yang sejalan dengan visi-misi Bupati Bandung dalam membumikan nilai keumatan,&rdquo; tutur H. Anan.

Perkuat Peran Koordinator Demi Program Kolektif
Salah satu fokus pembahasan adalah penguatan peran koordinator PGN di tingkat lapangan. H. Anan memberikan arahan dua arah:


Administrasi: Menyusun database guru ngaji secara rapi, guna keperluan pendataan dan sinkronisasi dengan Dinas Pendidikan.


Organisasi: Menjaga komunikasi aktif antar koordinator agar program berjalan berkesinambungan dan tidak parsial.



&ldquo;Koordinasi adalah kunci. Jangan berjalan sendiri-sendiri,&rdquo; tegas beliau, mengingatkan pentingnya kerja kolektif dalam dakwah.

Sosok Teladan yang Dekat dengan Umat
Kedekatan H. Anan dengan para penggerak PGN menjadi inspirasi tersendiri. Selain perannya sebagai pengawas, beliau dikenal sebagai pribadi yang rendah hati dan menyatu dengan kegiatan dakwah di tingkat kampung.
Kehadiran tokoh sentral seperti H. Uya Mulyana dan dukungan struktural dari PGN-KB menjadi bukti bahwa gerakan ini tumbuh dari bawah, disemai dengan ketulusan, dan dijaga oleh semangat kolektif.

Doa dan Harapan
Mari terus mendukung dan mendoakan para guru ngaji serta pejuang pendidikan keumatan, agar langkah mereka menjadi terang di tengah masyarakat. Semoga sinergi lintas komunitas ini menjadi berkah dan inspirasi bagi pendidikan berbasis nilai di Kabupaten Bandung.

Editor: Redaksi Siloam SchoolLokasi kegiatan: Kp. Leles, Desa Mekarsari, Ciparay, Kabupaten BandungDokumentasi kegiatan tersedia atas permintaan
 ]]></content:encoded>
        </item>
            <item>
            <title>Pelatihan Guru Ngaji di Kampung Cipadung Wetan: Menyulam Harapan dari Musala Sederhana</title>
            <link>https://siloamschool.sch.id/read/4/pelatihan-guru-ngaji-di-kampung-cipadung-wetan-menyulam-harapan-dari-musala-sederhana</link>
            <guid>https://siloamschool.sch.id/read/4/pelatihan-guru-ngaji-di-kampung-cipadung-wetan-menyulam-harapan-dari-musala-sederhana</guid>
            <description><![CDATA[ &ldquo;Kami tidak punya banyak fasilitas, tapi kami punya niat yang tak pernah padam,&rdquo; ujar Ustazah Iroh, salah satu pengajar di Kampung Cipadung Wetan, Kecamatan Panyileukan, Kabupaten Bandung.&#8230; ]]></description>
            <pubDate>Thu, 31 Jul 2025 12:00:31 +0000</pubDate>
            <category></category>
            <content:encoded><![CDATA[ 
&ldquo;Kami tidak punya banyak fasilitas, tapi kami punya niat yang tak pernah padam,&rdquo; ujar Ustazah Iroh, salah satu pengajar di Kampung Cipadung Wetan, Kecamatan Panyileukan, Kabupaten Bandung.


Fakta Singkat:


Lokasi: Kampung Cipadung Wetan, Kecamatan Panyileukan, Kabupaten Bandung


Waktu: 31 Juli 2025


Tokoh/Kontributor: Ustazah Iroh, Relawan PGN-KB


Dokumentasi: Galeri Pelatihan PGN



Membina dari Pelosok: Latar Belakang Kegiatan
Di tengah keterbatasan ruang dan fasilitas, para guru ngaji di Kampung Cipadung Wetan tak pernah berhenti menyalakan lentera ilmu. Melalui sinergi PGN-KB dan Yayasan Nurul Qolbu Albaroqah, pelatihan dasar metodologi mengaji diadakan selama dua hari.
Musala kecil di kampung itu disulap menjadi ruang pelatihan intensif, diikuti oleh 26 guru ngaji dari sekitar Kecamatan Panyileukan.

Materi dan Aktivitas
Pelatihan ini mencakup:


Metodologi pengajaran Iqra&rsquo; dan Al-Qur&rsquo;an untuk anak-anak


Praktik mengajar dengan pendekatan kasih sayang


Pemahaman dasar psikologi santri usia dini


Adab pengajar dan nilai dakwah komunitas



&ldquo;Saya belajar bukan hanya cara mengajar, tapi juga cara menyentuh hati anak-anak,&rdquo; ucap Kang Asep, salah satu peserta.


Nilai dan Refleksi
Kegiatan ini bukan hanya soal ilmu, tapi juga tentang memperkuat silaturahmi, membangkitkan semangat, dan memperjelas arah dakwah kampung.
PGN-KB berkomitmen menjadikan setiap guru ngaji sebagai agen perubahan moral dan spiritual.

Mari Dukung Dakwah dari Kampung
Pelatihan ini akan terus dilaksanakan secara bergilir di berbagai kecamatan Kabupaten Bandung. Anda bisa ikut menyebarkan manfaat melalui:


Donasi untuk perlengkapan guru ngaji


Menjadi relawan pengajar


Menyebarkan informasi dakwah PGN



Karena perubahan besar sering dimulai dari tempat yang sederhana &mdash; dari musala kecil, dari guru ngaji yang tak pernah lelah.


Artikel Terkait
Peresmian PGN-KB oleh Kang DSKisah Ustaz Encep: Dakwah di Tengah Ladang Teh ]]></content:encoded>
        </item>
            <item>
            <title>Peresmian PGN&#45;KB oleh Kang DS: Kolaborasi Dakwah &amp; Pendidikan di Kabupaten Bandung</title>
            <link>https://siloamschool.sch.id/read/5/peresmian-pgn-kb-oleh-kang-ds-kolaborasi-dakwah-pendidikan-di-kabupaten-bandung</link>
            <guid>https://siloamschool.sch.id/read/5/peresmian-pgn-kb-oleh-kang-ds-kolaborasi-dakwah-pendidikan-di-kabupaten-bandung</guid>
            <description><![CDATA[ &ldquo;Guru ngaji adalah fondasi karakter bangsa. Kita harus dukung sepenuh hati.&rdquo; &mdash; Kang DS (H. Dadang Supriatna), Bupati Bandung Fakta Singkat: Lokasi: Bale Rame Soreang, Kecamatan Soreang,&#8230; ]]></description>
            <pubDate>Thu, 31 Jul 2025 07:00:31 +0000</pubDate>
            <category></category>
            <content:encoded><![CDATA[ 
&ldquo;Guru ngaji adalah fondasi karakter bangsa. Kita harus dukung sepenuh hati.&rdquo; &mdash; Kang DS (H. Dadang Supriatna), Bupati Bandung


Fakta Singkat:



Lokasi: Bale Rame Soreang, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung


Waktu: 31 Juli 2025


Tokoh/Kontributor: Bupati Bandung Kang DS, H. Uya Mulyana (Ketua PGN-KB), Tokoh Guru Ngaji Se-Bandung


Dokumentasi: Galeri Resmi Peresmian PGN-KB



Momen Bersejarah: Lahirnya PGN-KB
Hari itu, aula Bale Rame penuh sesak. Para guru ngaji, tokoh masyarakat, dan relawan dakwah dari berbagai kampung berkumpul. Acara resmi peluncuran Persatuan Guru Ngaji Kabupaten Bandung (PGN-KB) menjadi tonggak baru bagi gerakan dakwah dan pemberdayaan keagamaan di Bandung.
Dengan semangat &ldquo;Bandung Bedas&rdquo;, Bupati H. Dadang Supriatna (Kang DS) secara simbolis meresmikan PGN-KB sebagai mitra strategis pemerintah dalam membina akhlak dan literasi Qurani masyarakat.

Visi Sinergi PGN-KB &amp; Pemkab Bandung
Dalam sambutannya, Kang DS menegaskan:

&ldquo;PGN-KB ini bukan sekadar organisasi. Ini gerakan. Gerakan moral, gerakan sosial, dan gerakan spiritual.&rdquo;

PGN-KB mendapat dukungan penuh untuk:


Pelatihan berkala guru ngaji


Bantuan sarana musala/madrasah kampung


Penyediaan insentif atau stimulan untuk pengajar nonformal


Kolaborasi program keagamaan lintas kecamatan



Peran Nyata di Masyarakat
H. Uya Mulyana, Ketua PGN-KB, menyampaikan:

&ldquo;Kita ingin menjadikan guru ngaji bukan hanya mengajar, tapi menggerakkan&mdash;dari musala, dari kampung, dari nurani.&rdquo;

Ia juga mengajak seluruh elemen untuk berperan:


Relawan: bantu dokumentasi, publikasi, atau pelatihan


Donatur: bantu perlengkapan belajar, kitab, alat ngaji


Pemerintah desa: fasilitasi tempat dan akses program



Ajakan &amp; Harapan
Peresmian ini bukanlah akhir, tapi awal. PGN-KB akan turun ke kampung-kampung &mdash; dari Cibiru hingga Ciwidey, dari Nagreg hingga Pangalengan &mdash; membawa semangat dakwah yang membumi.
Mari bergabung dalam gerakan ini:Formulir Relawan PGN-KB | Donasi untuk Guru Ngaji

Karena mendukung guru ngaji, artinya menanamkan cahaya ke generasi mendatang.


Artikel Terkait
Pelatihan Guru Ngaji di PanyileukanVisi dan Misi PGN NEWS ]]></content:encoded>
        </item>
            <item>
            <title>Kajian Ahad Pagi di Kampung Cibuntu: Menguatkan Iman dari Mushola Kecil</title>
            <link>https://siloamschool.sch.id/read/6/kajian-ahad-pagi-di-kampung-cibuntu-menguatkan-iman-dari-mushola-kecil</link>
            <guid>https://siloamschool.sch.id/read/6/kajian-ahad-pagi-di-kampung-cibuntu-menguatkan-iman-dari-mushola-kecil</guid>
            <description><![CDATA[ &ldquo;Kalau bukan dari sini, dari kampung, dari mushola, dari guru ngaji... dari mana lagi cahaya ilmu itu akan menyala?&rdquo; &mdash; Ustaz Deni, pengampu kajian Fakta Singkat: Lokasi: Kampung Cibuntu,&#8230; ]]></description>
            <pubDate>Thu, 31 Jul 2025 06:05:22 +0000</pubDate>
            <category></category>
            <content:encoded><![CDATA[ 
&ldquo;Kalau bukan dari sini, dari kampung, dari mushola, dari guru ngaji... dari mana lagi cahaya ilmu itu akan menyala?&rdquo; &mdash; Ustaz Deni, pengampu kajian


Fakta Singkat:


Lokasi: Kampung Cibuntu, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung


Waktu: Ahad pagi, 27 Juli 2025


Tokoh/Kontributor: Ustaz Deni, Ibu Teti (penggerak ibu-ibu ngaji), Remaja Mushola Al-Mubarok


Dokumentasi: Galeri Kajian Ahad Cibuntu



Pagi yang Menghidupkan Jiwa
Matahari belum tinggi ketika warga mulai berdatangan ke Mushola Al-Mubarok. Dari bapak-bapak, ibu-ibu, hingga remaja kampung&mdash;semua datang membawa niat: menuntut ilmu. Suasana hangat terasa, sederhana namun khusyuk.
Di tengah arus modernisasi yang cepat, Kajian Ahad Pagi di Kampung Cibuntu hadir sebagai oase spiritual&mdash;menyegarkan hati dan menguatkan iman warga.

Konten Kajian: Praktik Iman Sehari-hari
Ustaz Deni membawakan tema: &ldquo;Keikhlasan dalam Ibadah Kecil.&rdquo; Ia menyentuh persoalan sehari-hari&mdash;shalat subuh yang berat, kejujuran dalam jual beli, hingga menyapa tetangga yang tak seiman.

&ldquo;Kadang amal yang kecil jadi besar di sisi Allah, karena keikhlasan. Kadang sebaliknya. Jangan remehkan amal yang nampaknya biasa.&rdquo;

Kajian diselingi tanya-jawab ringan, dengan remaja dan ibu-ibu aktif bertanya. Bahkan Ibu Teti, koordinator pengajian, memberi ide untuk membuat buletin kampung berisi ringkasan kajian.

Dampak Nyata di Komunitas
Beberapa warga mengaku, kajian ini mengubah cara mereka memandang ibadah.

&ldquo;Saya pikir ngaji itu cuma hafalan. Tapi sekarang saya sadar, senyum dan sabar juga bagian dari agama,&rdquo; ujar Pak Iman, warga RT 03.

Kini, mushola mulai bergeliat. Jadwal ngaji rutin ditambah, remaja mulai aktif, dan mushola pun berencana mengadakan pesantren kilat untuk anak-anak kampung saat libur sekolah.

Mari Dukung Gerakan Kajian Lokal
Kajian seperti ini, walau kecil, menyentuh. Butuh dukungan dari kita semua:


Bantu mushola dengan kitab, mikrofon, atau sajadah


Ajak relawan dokumentasi dan publikasi kegiatan


Jadikan kajian kampung bagian dari gerakan dakwah berkelanjutan


Gabung Jadi Relawan Kajian | Donasi Mushola Kampung

Artikel Terkait
Peresmian PGN-KB oleh Kang DSVisi dan Misi PGN NEWS ]]></content:encoded>
        </item>
            <item>
            <title>Pelatihan Majelis Taklim Perempuan di Kampung Cikoneng: Ibu&#45;Ibu yang Tak Lagi Diam</title>
            <link>https://siloamschool.sch.id/read/7/pelatihan-majelis-taklim-perempuan-di-kampung-cikoneng-ibu-ibu-yang-tak-lagi-diam</link>
            <guid>https://siloamschool.sch.id/read/7/pelatihan-majelis-taklim-perempuan-di-kampung-cikoneng-ibu-ibu-yang-tak-lagi-diam</guid>
            <description><![CDATA[ &ldquo;Kami mungkin bukan ustazah besar, tapi kami ingin paham agama, biar bisa jadi cahaya buat anak dan keluarga.&rdquo; &mdash; Ibu Yayah, peserta pelatihan Fakta Singkat: Lokasi: Kampung Cikoneng,&#8230; ]]></description>
            <pubDate>Thu, 31 Jul 2025 05:00:08 +0000</pubDate>
            <category></category>
            <content:encoded><![CDATA[ 
&ldquo;Kami mungkin bukan ustazah besar, tapi kami ingin paham agama, biar bisa jadi cahaya buat anak dan keluarga.&rdquo; &mdash; Ibu Yayah, peserta pelatihan


Fakta Singkat:


Lokasi: Kampung Cikoneng, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung


Waktu: Kamis, 31 Juli 2025


Tokoh/Kontributor: Ustazah Hj. Siti Ramlah (Trainer), Ibu Yayah (Peserta), Relawan PGN Cileunyi


Dokumentasi: Galeri Kegiatan



Perempuan Tak Lagi di Pinggir Dakwah
Di Mushola Al-Hikmah, Kampung Cikoneng, puluhan ibu-ibu berkumpul dengan semangat baru. Bukan untuk arisan atau jualan, melainkan ikut pelatihan dakwah perempuan. Diselenggarakan oleh PGN-KB melalui tim relawan Cileunyi, kegiatan ini menekankan pentingnya pemahaman dasar agama dan keberanian menyampaikan kebaikan, khususnya di lingkungan keluarga.
Pelatihan ini bagian dari program &ldquo;Ibu Cahaya Keluarga&rdquo;, yang digagas untuk membekali ibu rumah tangga menjadi motor dakwah rumah.

Materi: Dakwah Lembut yang Mengakar
Ustazah Siti Ramlah menyampaikan materi bertahap: mulai dari adab berbicara, menyampaikan tausiyah singkat, hingga bagaimana memulai majelis kecil di rumah atau RT.

&ldquo;Jangan tunggu pintar dulu untuk menyampaikan kebaikan. Tapi sampaikan yang sudah kita amalkan.&rdquo;

Antusiasme ibu-ibu begitu terasa. Beberapa bahkan sudah berinisiatif membuat grup WA "Majelis Ibu RT 02" sebagai lanjutan dakwah setelah pelatihan.

Dari Kampung ke Keluarga

&ldquo;Saya malu dulu, ngomong agama takut salah. Sekarang malah anak saya minta diajari doa makan,&rdquo; ujar Ibu Siti, sambil tersenyum bangga.

Kegiatan seperti ini menyadarkan kita, bahwa kekuatan perubahan seringkali datang dari ruang-ruang paling kecil: rumah. Ketika ibu rumah tangga mulai percaya diri, maka arah generasi pun ikut berubah.

Dukung Gerakan &ldquo;Ibu Cahaya Keluarga&rdquo;
Bantu kami memperluas pelatihan ke kampung-kampung lain:
✅ Donasikan kitab kecil &amp; mukena ✅ Ajak istri/ibu Anda jadi peserta berikutnya ✅ Jadilah relawan penggerak di kampung sendiri
Form Relawan PGN | Donasi Pelatihan Perempuan

Artikel Terkait
Kajian Ahad di Kampung CibuntuVisi &amp; Misi PGN NEWS ]]></content:encoded>
        </item>
            <item>
            <title>Santri Mengajar di Kampung Cipacing: Dari Pondok Menuju Pelosok</title>
            <link>https://siloamschool.sch.id/read/8/santri-mengajar-di-kampung-cipacing-dari-pondok-menuju-pelosok</link>
            <guid>https://siloamschool.sch.id/read/8/santri-mengajar-di-kampung-cipacing-dari-pondok-menuju-pelosok</guid>
            <description><![CDATA[ &ldquo;Ilmu itu bukan buat disimpan di rak kitab, tapi ditanam di hati-hati yang haus akan kebenaran.&rdquo; &mdash; Ustaz Salman, Koordinator Program Santri Mengajar PGN Cipacing Fakta Singkat: Lokasi:&#8230; ]]></description>
            <pubDate>Thu, 31 Jul 2025 02:43:22 +0000</pubDate>
            <category></category>
            <content:encoded><![CDATA[ 
&ldquo;Ilmu itu bukan buat disimpan di rak kitab, tapi ditanam di hati-hati yang haus akan kebenaran.&rdquo;

&mdash; Ustaz Salman, Koordinator Program Santri Mengajar PGN Cipacing

Fakta Singkat:


Lokasi: Kampung Cipacing, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Bandung


Waktu: Sabtu&ndash;Ahad, 26&ndash;27 Juli 2025


Tokoh/Kontributor: Ustaz Salman, Santri PPL, Ketua RW 05 Kampung Cipacing


Dokumentasi: Dokumentasi Lengkap



Membawa Ilmu ke Kampung Sendiri
Dalam gerimis sore, sekelompok santri dari Pesantren Mitra PGN Jatinangor tiba di Kampung Cipacing. Mereka bukan sekadar datang berkunjung, tetapi mengemban misi: mengajar ngaji anak-anak dan memotivasi warga untuk lebih dekat dengan Islam. Kegiatan ini merupakan bagian dari program "Santri Mengajar" yang rutin diinisiasi oleh PGN-KB (Persatuan Guru Ngaji Kabupaten Bandung).
Selama dua hari, mereka tinggal di rumah-rumah warga, berbaur, dan berbagi ilmu dengan cara yang lembut dan menyentuh.

Dari Halaman ke Hati
Anak-anak berkumpul di halaman masjid kecil, membawa mushaf kecil dan rasa ingin tahu. Para santri mengajarkan iqro&rsquo;, hafalan pendek, serta kisah-kisah sahabat Nabi.

&ldquo;Santri jangan hanya pandai bicara di dalam pesantren, tapi harus bisa menyatu dengan masyarakat,&rdquo; ujar Ustaz Salman.

Selain mengajar anak-anak, para santri juga menggelar ngobrol bareng bapak-bapak selepas Magrib, membahas adab keluarga dan pentingnya shalat berjamaah.

Dakwah yang Membumi
Ketua RW 05 Kampung Cipacing, Bapak Adang, mengapresiasi kegiatan ini:

&ldquo;Kami senang, anak-anak lebih semangat ngaji. Dulu masjid sepi, sekarang ramai tiap sore.&rdquo;

Santri juga belajar: berdakwah bukan hanya soal ceramah, tapi menyapa, menyapu halaman, dan hadir dalam obrolan sederhana.

Ajak Santri Turun ke Kampung Anda
Program ini masih sangat terbatas jangkauannya. Anda bisa bantu:
Undang program ke kampung AndaDonasi kitab iqro&rsquo; &amp; makanan santriJadi jembatan antara pesantren dan masyarakat
Form Permintaan Santri Mengajar | Donasi Program

Artikel Terkait
Pelatihan Majelis Taklim di CikonengVisi &amp; Misi PGN NEWS ]]></content:encoded>
        </item>
        </channel>
</rss>